Ditulis Oleh : Effi Susanti
Pagi itu, Alin dan Kurnia sedang duduk di kelas. Mereka berbincang tentang pelajaran hari ini.
“Kurnia, kenapa ya dada kita naik turun saat bernapas?” tanya Alin penasaran.
“Aku juga tidak tahu,” jawab Kurnia sambil tersenyum.
Tiba-tiba, Bu Sita masuk ke kelas dengan membawa gambar paru-paru.
“Selamat pagi, anak-anak,” sapa Bu Sita ramah.
“Sebelum kita mulai belajar, mari kita berdoa dulu. Siapa yang mau memimpin doa hari ini?”
Tangan kecil Kurnia terangkat. Ia maju ke depan dan memimpin doa dengan suara pelan. Setelah doa selesai, Bu Sita tersenyum, “Terima kasih, Kurnia. Sekarang kita mulai pelajaran, ya!”
“Anak-anak, hari ini kita akan belajar tentang bagaimana kita bernapas,” kata Bu Sita.
Ia menjelaskan bahwa saat kita menarik napas, udara masuk melalui hidung, lalu berjalan ke paru-paru. Di dalam paru-paru, ada udara bersih yang disebut oksigen. Oksigen ini membantu tubuh kita tetap kuat dan sehat.”
Alin mengangkat tangan, “Kalau udara kotor ke mana, Bu?”
“Udara kotor kita keluarkan saat menghembuskan napas,” jawab Bu Sita sambil tersenyum.
Anak-anak mendengarkan dengan serius. Mereka mencoba menarik dan menghembuskan napas bersama-sama.
“Bagus sekali! Sekarang kalian tahu cara tubuh bekerja,” kata Bu Sita.
Pelajaran ditutup dengan doa bersama, dan semua anak merasa senang belajar hari itu. ***

